Floral Tumblr Themes

ENCHANTEE, Tumbuh disetiap Musim

Bapak Dimyati beserta ibu, anak-anak, dan juga cucu-cucu mengucapkan selamat idul fitri, mohon maaf lahir batin.

(Cililin, 28 Juli 2014. Rumah Besar Pak Dimyati)




incidentalcomics:

The Story Coaster
Drawing for the 7/14 Sunday NY Times Book Review - thanks to editor Pamela Paul! 

incidentalcomics:

The Story Coaster

Drawing for the 7/14 Sunday NY Times Book Review - thanks to editor Pamela Paul! 

(via prettybooks)


  • morning call,
  • teteh : ini aku habis tugas, 10 hari kan, baru nyampe rumah kemaren, ini mau lebaran, banyak orang, sama tamu, tapi di rumah ga ada apa-apa. (our mother health condition doesn't let her to get tired, even such baking or cooking alone).
  • adik : iya entar aku yang belanja,
  • teteh : beli kue beberapa toples ya,
  • adik : iya entar beli.
  • teteh : eh sekalian beli buah, beli ini ini ini (keperluan rumah tangga).
  • adik : iya boleh.
  • teteh : eh kalo kamu mau beli yang lain juga boleh.
  • adik : jadi yang ada di rumah apa aja ? entar aku beli nya malah yang udah ada di rumah lagi..
  • teteh : cuma ada keringan pisang hehehe
  • adik : ?? (ini kaya bukan mau lebaran)
  • adik : (menyiapkan mental buat belanja ala ibu rumah tangga)

ku hanya mampu jadi milikmu, pastikan kau bahagia.

(masih dalam daftar urutan lagu favorit :))

Tulisan ini dibuat sebelum mengerjakan Case Report Session (CRS), tahu banget kalau mengerjakan CRS ini bisa menghabiskan waktu semalam full dan kafein dosis tinggi (karena kafein inilah, minta maaf habis-habisan sama jantung, brain does love caffeine but your heart never),

If we have bunch of love, what it for ?

Tulisan ini dibuat untuk cinta nya ibu yang tidak berkurang sedikit pun kadarnya setelah dimakan zaman, 22 tahun, dan ibu masih menelfonku tiap sahur hanya untuk memastikan aku hadir di jadwal sahur. Ibu tidak tahu jadwalku jaga malam, tidak tahu kapan di rumah, tidak tahu kapan tidur di ruang istirahatnya koas, ibu bahkan lebih sering tidak tahu aku ada dimana, tapi doanya yang diterbangkan ke langit sana yang tidak pernah membiarkan aku sendiri dan hilang arah, walaupun kadang rasanya aku merasakan itu tapi nyatanya tidak, aku orang yang kembali.

Sejak jaman kuliah dulu, ibu selalu mengatakan bahwa ibu tidak bisa banyak membantu, tidak mengerti yang aku pelajari,tidak bisa banyak membantu kalau mau ujian, tidak begitu paham juga apa yang aku butuhkan. Ibu sulit memposisikan diri dengan koordinat anaknya ini yang berubah dengan cepat, yang menjadi liar sesekali, atau yang bahkan pulang dengan muka kusut kurang tidur dan pulang hanya untuk numpang tidur, tapi doa dan cinta tidak pernah kehilangan compliance nya, seperti paru-paru yang memberikan kesegaran bagi setiap organ nya, bahwa cinta bukan mengikat dan kaku tetapi memberi ruang.

Hari ini bangun setelah 12 missed call, besoknya tidak tidur karena jaga malam maka sekali telfon langsung diangkat, malam besoknya bangun setelah 14 missed call, malam besoknya bangun setelah 2 missed call karena ketiduran di IGD dibangunkan oleh perawat ‘ada telfon teh’, maafkan.. begitulah siklusnya selama beberapa hari, regular irregular, ibu tidak bosan menelfon dari hari ke harinya, macam jantung yang tidak bosan memompa padahal dia habis di booster sama kafein sehari sebelumnya, macam loncatan listrik di otak kita yang gelap yang terus mencari celah untuk terus terhubung. Dear, Im not a sleepyhead, aku bukanlah tukang tidur, tapi kalau fisik sudah masuk limit exhausted, semua ada kompensasinya, kompensasinya adalah tidur di sembarang tempat termasuk di bed nya ruang tindakan kebidanan *abaikan plis, atau sekalinya tidur bakalan deeeeeep sleeeeeep, tidur yang daaaalaaaaaaaaaaam. Ini menurut buku Fisiologi nya Om Guyton yang dulu jaman kuliah sering jadi bantal diatas meja karena ketebalan 1428 halaman, deep sleep ini adalah saat kita tidur otak kita kehilangan gelombang alfa nya, saat itu kita tidur yang tidak bermimpi, dan bagiku itu semacam fase sulit dibangunkan, dan selama jaga di stase anak ini, tiap tidur gelombang alfa nya hilang semua.

Karena malu, aku mengajukan hak untuk dianggap dewasa dan berumur 22 untuk tidak dibangunkan, lalu ibu hanya bilang, ‘bawa motor ke baleendah, terus tugas siang nyampe sore, kadang dilanjut jaga malam, ga bisa mama biarin buat ga sahur,’, sekarang tahulah aku bagaimana untuk jatuh cinta.

Kalau ramadhan ini Tuhan menyiapkan parsel-parsel cinta yang bisa dikirim, aku order sama malaikat untuk kebahagiaan seumur hidupnya ibu.




"T : hati-hati dengan laki-laki yang membuatmu dekat kepada Allah, biasanya dia calon suami yang baik.
K : kenapa hati-hati ?
T : karena kamu akan memujanya, (dengan cara yang mungkin tidak tepat)"

Obrolan Kalila dan Tante nya.

whatshouldwecallmedschool:

Throwback Monday

whatshouldwecallmedschool:

During Cardio: “Fatty food will kill you”

image

Endocrine: “Sugary food will kill you”

image

Microbiology: “All the fruits, veggies, seafoods, meats, etc, etc…will kill you!”

image

Pathology: “It’s called caseous necrosis because it looks like cheese!”

image

Lol



Copy and paste the following code immediately before : Comments {/block:IndexPage


Pepi Nur Afifah, 22, Bandung, Intern medical student. Giggling-Babbling-Rumbling young lady, dont be tricked.

Following:




Likes:

See more stuff I like
next »