Floral Tumblr Themes

Enchantee


Early-college year,

Last night, I found some old photos from my socmed account. It was 5 years ago, hahaa.

Early-college year,

Last night, I found some old photos from my socmed account. It was 5 years ago, hahaa.

Salah satu temanku pernah menulis,
“Agar orang tahu rasanya ‘pulang’, ia harus tahu rasanya ‘pergi’”

Setelah ulang tahun kemarin dengan angka kembar, aku menyadari bahwa setengah usia hidupku adalah dihabiskan dengan Pergi, dari satu tempat ke tempat lain, dari satu asrama ke asrama lain, satu rumah ke rumah yang lain, dari satu hati ke hati yang lain.

Aku akan berbaik hati berkenalan dengan dinding yang baru, ruang yang baru, lalu berulangkali melakukan salam perpisahan. Aku menemukan sosok kakak perempuan yang lain yang pada suatu pagi membantuku membereskan tempat tidur, yang suatu siang membantu temanku mendekorasi kamarku pada hari ulang tahunku yang ke-19, pada suatu sore seseorang menitipkan kelincinya agar tidak kelaparan, dan di hari berikutnya, entahlah apakah hari ini kita masih akan saling mengingat.

Tahu rasanya Pergi ? semakin tahu rasanya siapa saja yang dirindukan.

Semacam merindukan obrolan dan tawa bapak-ibu yang sedang menunggu adzan shubuh, seperti merindukan tawanya anak kecil yang berlarian di rumah, atau kebersamaan bersama teman-teman lama, atau hanya sekedar mengobrol saja denganmu. Lalu kita semakin tahu bahwa rindu itu mahal dan harus dibayar, dengan jarak yang panjang atau jumlah hari yang harus dihitung. Seperti satu minggu yang jumlahnya tujuh, dan satu bulan yang jumlahnya 30, bulan depan mungkin aku menemuimu lagi, dan aku harus menghitungnya dari sekarang, satu demi satu.

Dan ternyata tugasku bukan hanya menghitung dan membayar, ada yang harus diperbaiki dan dibenahi. Agar pulang tidak sekedar mengembalikan rindu tapi membawa suka. Mungkin nanti bukan aku yang pulang, tapi aku menjadi alasanmu untuk pulang.

Setelah menyadari kembali soal setengah usia hidup hingga hari ini, aku hanya banyak singgah dan akan berpulang pada tempat yang sama. Lalu aku menyadari, setelah berulang kali mengisi identitas dengan alamat yang berbeda, bahwa Pulang bukan soal ‘dimana’, tetapi soal ‘siapa’. Pulang bukan soal fisikmu sampainya dimana, tetapi sudahkah hatimu kembali ketempat yang ia inginkan.

Pada waktunya nanti, fisik dan hati ini tidak hanya akan singgah, tetapi tinggal, bukan hanya akan pulang, tetapi menunggumu untuk pulang.


1 note
Tagged as: pulang, pergi,


Our lovely brain


"Memang tidak ada kata terlambat untuk memulai traveling, tapi kalau boleh saya kasih saran, traveling-lah selagi muda! Kalau bisa saya sarankan lagi, traveling-lah selagi single!"

Trinity dalam The Naked Traveler 1 Year Round-The-World Trip (via kuntawiaji)


islamicthinking:

Duas read long into the night. Hajj 2014.

Dari sekian banyak rencana perjalanan dalam hidup kamu, kelak utamakan berhaji, jangan nunggu tua, jangan menunggu waktu kosong, jangan menunggu uang yang bersisa banyak, umur tidak ada yang tau.(Pesan ibu pada anak-anaknya)"Amin, suatu hari insyaAllah"

islamicthinking:

Duas read long into the night. Hajj 2014.

Dari sekian banyak rencana perjalanan dalam hidup kamu, kelak utamakan berhaji, jangan nunggu tua, jangan menunggu waktu kosong, jangan menunggu uang yang bersisa banyak, umur tidak ada yang tau.

(Pesan ibu pada anak-anaknya)

"Amin, suatu hari insyaAllah"


"I always stand behind your door, This is the time when someone have to save you."

Mary-Jane Watson - Spiderman 2

Sometimes I hate night time, because I just burried with some task instead all that I wanna do is having relaxing conversation.



Copy and paste the following code immediately before : Comments {/block:IndexPage


Pepi Nur Afifah, 22, Bandung. The blue catterpillar transform into butterfly. Painting her white rose into red.

Following:




Likes:

See more stuff I like
next »