Floral Tumblr Themes

ENCHANTEE, Tumbuh disetiap Musim

Tulisan ini dibuat sebelum mengerjakan Case Report Session (CRS), tahu banget kalau mengerjakan CRS ini bisa menghabiskan waktu semalam full dan kafein dosis tinggi (karena kafein inilah, minta maaf habis-habisan sama jantung, brain does love caffeine but your heart never),

If we have bunch of love, what it for ?

Tulisan ini dibuat untuk cinta nya ibu yang tidak berkurang sedikit pun kadarnya setelah dimakan zaman, 22 tahun, dan ibu masih menelfonku tiap sahur hanya untuk memastikan aku hadir di jadwal sahur. Ibu tidak tahu jadwalku jaga malam, tidak tahu kapan di rumah, tidak tahu kapan tidur di ruang istirahatnya koas, ibu bahkan lebih sering tidak tahu aku ada dimana, tapi doanya yang diterbangkan ke langit sana yang tidak pernah membiarkan aku sendiri dan hilang arah, walaupun kadang rasanya aku merasakan itu tapi nyatanya tidak, aku orang yang kembali.

Sejak jaman kuliah dulu, ibu selalu mengatakan bahwa ibu tidak bisa banyak membantu, tidak mengerti yang aku pelajari,tidak bisa banyak membantu kalau mau ujian, tidak begitu paham juga apa yang aku butuhkan. Ibu sulit memposisikan diri dengan koordinat anaknya ini yang berubah dengan cepat, yang menjadi liar sesekali, atau yang bahkan pulang dengan muka kusut kurang tidur dan pulang hanya untuk numpang tidur, tapi doa dan cinta tidak pernah kehilangan compliance nya, seperti paru-paru yang memberikan kesegaran bagi setiap organ nya, bahwa cinta bukan mengikat dan kaku tetapi memberi ruang.

Hari ini bangun setelah 12 missed call, besoknya tidak tidur karena jaga malam maka sekali telfon langsung diangkat, malam besoknya bangun setelah 14 missed call, malam besoknya bangun setelah 2 missed call karena ketiduran di IGD dibangunkan oleh perawat ‘ada telfon teh’, maafkan.. begitulah siklusnya selama beberapa hari, regular irregular, ibu tidak bosan menelfon dari hari ke harinya, macam jantung yang tidak bosan memompa padahal dia habis di booster sama kafein sehari sebelumnya, macam loncatan listrik di otak kita yang gelap yang terus mencari celah untuk terus terhubung. Dear, Im not a sleepyhead, aku bukanlah tukang tidur, tapi kalau fisik sudah masuk limit exhausted, semua ada kompensasinya, kompensasinya adalah tidur di sembarang tempat termasuk di bed nya ruang tindakan kebidanan *abaikan plis, atau sekalinya tidur bakalan deeeeeep sleeeeeep, tidur yang daaaalaaaaaaaaaaam. Ini menurut buku Fisiologi nya Om Guyton yang dulu jaman kuliah sering jadi bantal diatas meja karena ketebalan 1428 halaman, deep sleep ini adalah saat kita tidur otak kita kehilangan gelombang alfa nya, saat itu kita tidur yang tidak bermimpi, dan bagiku itu semacam fase sulit dibangunkan, dan selama jaga di stase anak ini, tiap tidur gelombang alfa nya hilang semua.

Karena malu, aku mengajukan hak untuk dianggap dewasa dan berumur 22 untuk tidak dibangunkan, lalu ibu hanya bilang, ‘bawa motor ke baleendah, terus tugas siang nyampe sore, kadang dilanjut jaga malam, ga bisa mama biarin buat ga sahur,’, sekarang tahulah aku bagaimana untuk jatuh cinta.

Kalau ramadhan ini Tuhan menyiapkan parsel-parsel cinta yang bisa dikirim, aku order sama malaikat untuk kebahagiaan seumur hidupnya ibu.




"T : hati-hati dengan laki-laki yang membuatmu dekat kepada Allah, biasanya dia calon suami yang baik.
K : kenapa hati-hati ?
T : karena kamu akan memujanya, (dengan cara yang mungkin tidak tepat)"

Obrolan Kalila dan Tante nya.

whatshouldwecallmedschool:

Throwback Monday

whatshouldwecallmedschool:

During Cardio: “Fatty food will kill you”

image

Endocrine: “Sugary food will kill you”

image

Microbiology: “All the fruits, veggies, seafoods, meats, etc, etc…will kill you!”

image

Pathology: “It’s called caseous necrosis because it looks like cheese!”

image

Lol



Akhirnya, kami telah melewati 3 minggu pertama bagian anak. Memang tidak ada urai air mata yang harus ditahan, kami berjuang, cukuplah dengan sabar dan hati yang harus diluaskan.
Paling tidak kami sadar bahwa waktu dan energi memang tidak terbuang percuma, terbayar penuh saat anak- anak itu bisa tertawa lalu pulang. Atau, apalah kami ini saat anak-anak tersebut diam, terbungkus dan pulang pada pemilik sesungguhNya.

Tidak ada waktu tidur yang ingin dituntut, atau karena jam makan saat berbuka yang menjadi lebih malam, atau jam sahur yang menjadi lebih pendek. Semoga banyak hal tetap menjadi kebaikan di mata Nya sekalipun kehilangan waktu untuk tarawih dan membaca ayatNya.

Untuk perawat yang telah menjadi rekan kerja yang baik dan telah memberikan kesempatan untuk belajar. Pertemanan anak-anak kamar 20 dan orang tua nya yang bersedia memberikan kepercayaannya. Dokter-dokter yang dengan cara yang berbeda berusaha agar kami menjadi penerus yang baik.

Masih ada perjalanan yang belum selesai, dan langkah yang masih diteruskan.


2 notes
Tagged as: koas anak, rsud, puasa,


"Kita gantungkan harapan kita setinggi-tingginya. Tapi percayalah, jangan sekali-kali jatuh selain kepada Tuhan. Sebab, Dia akan selalu menjaganya dan meletakkannya kembali pada tempat yang baik."

Tulisan ramadhan kurniawangunadi

Ini ceritanya aku, anak-anak kamar 20, dan semua anak-anak yang 2 minggu ini sudah kita lalui.
Jadi setiap senin sampai sabtu, pagi-pagi aku punya anak-anak di kamar 20, ada akmal, afifah, agni, aditia, setelah mereka pulang, sekarang ada iqbal, gustinar, yoga, risti, dan favoritnya aku, zaki 16 bulan.

Setiap pagi rasanya penasaran, takut dimarahi dokter anak nya. Seriusan, takutnya dimarahi dokter anaknya, baiklah hampir setiap hari aku dimarahi dokter anaknya :) beberapa hari saja rasanya lebih dari cukup buat menghadapi anak-anak yang bahkan tidak mau diperiksa, kena marah, semalam penuh tidak tidur, harus mengerjakan tugas pula, memang iya bawaanya pengen nangis sendiri. Beberapa hari kemudian dengan jadwal jaga semalam penuh, dan hanya selang istirahat semalam, ada titik pemahaman yang bisa ditapaki. Bahwa anak-anak itu harus bahagia, tidak peduli siapa orang tuanya dan tidak peduli apa sakitnya, si afifah ini yang pertama kali membuatku dimarahi dokter anaknya, agni ini waktu mau pulang dia cantik sekali. Aku melihat orang tua yang berteriak histeris, saat tahu anaknya telah pergi mendahului mereka. Entah apa rasanya harus di infus dan transfusi darah setiap beberapa bulan, tapi melihat si anak lelaki yang jalan-jalan sambil membawa labu infusnya sendiri sambil tersenyum pada beberapa orang, anak lain yang mendorong tiang infusnya dan menganggapnya mobil-mobilan, barakallah nak :))

Membersamai anak-anak itu bayaran tersendiri untuk lelahnya fisik, lelahnya hati, lapar haus dan dahaganya puasa, juga untuk banyak waktu yang seharusnya menjadi waktu untuk ibadah katanya. Membersamai mereka adalah magnet sendiri, magnet bahwa besok harus setapak lebih baik lagi.

Ditulis sabtu, 5 juli 2014. Mengambil rehat sejenak sebelum jaga malam lagi.



Bila kemampuan fisik yang sudah dalam batas untuk menopang, dan perasaan yang sudah tidak muat untuk menimbun semua beban,

Ada Allah



Copy and paste the following code immediately before : Comments {/block:IndexPage


Pepi Nur Afifah, 22, Bandung, Intern medical student. Giggling-Babbling-Rumbling young lady, dont be tricked.

Following:




Likes:

See more stuff I like
next »